Headlines News :

Bupati Rohul Ahmad Melarang Sekolah Berlakukan Pungli Pada Tahun Ajaran Baru

Rokandarussalam.web.id - Bupati Rokan Hulu (Rohul) Achmad melarang keras pihak sekolah di daerahnya berlakukan pungutan liar atau Pungli dalam bentu apapun. Terutama, pada tahun ajaran baru 2015/2016.

Menurut dirinya, di saat memasuki tahun ajaran baru, Pungli semakin marak, seperti mengatasnamakan uang bangku, uang buku, uang pembangunanan, perpisahan, dan Pungli dalam bentuk lain.

Apalagi, seluruh sekolah negeri dan swasta telah menerima bantuan dana dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat. Dari itu, dia mengimbau agar tidak ada lagi Pungli yang memberatkan orang tua siswa.
"Apabila ada sekolah kedapatan berlakukan Pungli, maka saya akan melakukan tindakan tegas bagi oknum sekolah yang tidak bertanggungjawab," tegas Bupati Achmad saat melantik Lurah Kota Lama, Kecamatan Kuntodarussalam, belum lama ini.

Dia mengungkapkan, salahsatu tujuan bantuan BOS, adalah untuk membebaskan Pungli di sekolah. Dari itu, jika masih ada sekolah yang berlakuan Pungli, maka sekolah bersangkutan perlu dievaluasi dan dipertanyakan.

Bupati Achmad menambahkan bahwa Pemkab Rohul melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rohul tidak pernah melegalkan Pungli dilakukan oleh pihak sekolah. Sebab, dia meyakini semua sekolah di daerahnya menerima bantuan dana BOS.

Orang nomor satu di Rohul itu mengajak seluruh masyarakat ikut mengawasi sistem pendidikan. Dia juga meminta, agar ada indikasi Pungli di sekolah, segera dilaporkan ke Disdikpora Rohul, sehingga segera ditindaklanjuti.***(zal)
 
Sumber : Riauterkini.com

Survei Indo Barometer Puncaki Suparman untuk Pilkada Rohul

Rokandarussalam.web.id - Lembaga survei Indo Barometer merilis hasil survei terhadap para tokoh yang kemungkinan akan maju dalam pertarungan Bupati Rokan Hulu, Provinsi Riau. Survei dilakukan untuk mengukur seberapa banyak pemilih yang mengenai kandidat.‎

Dari data yang diperoleh riauterkinicom, Ahad malam (31/05/15), ‎pertimbangan masyarakat Rokan Hulu dalam menentukan calon berdasarkan kepada track record atau jajak rekam calon, kemampuan, kompetensi calon, pengalaman calon, latar belakang profesi, popularitas serta dukungan para tokoh agama. 
Survei sendiri dilakukan dengan metode multistage random sampling. Dilakukan terhadap 440 responden dari 16 kecamatan yang ada di Rokan Hulu (dengan sistem acak) serta dengan margin erorr 2,5.‎

Survei juga dilakukan dengan cara wawancara tatap muka kepada responden menggunakan kuesioner yang datanya dilakukan dari tanggal 06 sampai 09 Mei 2015. ‎

Dari temuan hasil survei, nama Suparman yang saat ini menjabat ketua DPRD Riau dianggap tokoh yang memiliki popularitas tertinggi diantara para kandidat lainnya dengan tingkat popularitas perolehan 35,5 persen. Disusul Muhammad Zen dengan 10,3 persen.

Tokoh lain, politisi Demokrat, Nasrul Hadi dengan 8,5 persen. Sedangkan Syafaruddin Poti yang saat ini menjabat anggota DPRD Riau dan mantan wakil ketua DPRD Rokan Hulu periode 2009-2014 memiliki tingkat popularitas 2,8 persen.

Menanggapi hal ini, Suparman saat dikonfirmasi riauterkinicom mengatakan, merespon positif hasil survei yang dilakukan Indo Barometer tersebut.

“Kita tetap akan melakukan upaya kerja keras untuk memenangkan Pilkada Rokan Hulu, Desember mendatang. Hasil survei kita respon positif dan kita tidak boleh terlena oleh hasil survei saja,” ungkapnya.

Ketua DPD II Golkar Rokan Hulu ini pun sudah menyiapkan beberapa program kerja yang akan dijalankannya jika terpilih nantinya.‎ Salah satunya, membumikan nilai-nilai al-Qur'an di daerah yang dikenal dengan julukan Negeri Seribu Suluk. ***(ary)

Sumber : RIauTerkini.com

Ngakunya Bimbingan Skripsi, Seorang Dosen dan Mahasiswi Kepergok Ngamar di Hotel

Rokandarussalam.web.id - Seorang dosen dan mahasiswi perguruan tinggi negeri ternama di Jambi kepergok sedang berduan dalam kamar Hotel Larose di jalan lintas Mendalo Darat, Kecamatan Jaluko Muarojambi, Jambi, Kamis (21/5) sore.
Pasangan ini tak bisa mengelak saat terjaring razia rutin Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi. Kepada petugas kedua sejoli ini mengaku menyewa kamar di hotel untuk bimbingan skripsi.
Saat digerebek, oknum dosen yang diketahui bernama Iskandar tersebut sedang bersama mahasiswi berinisial PR, mengaku semester enam Fakultas Peternakan. Oknum dosen Fakultas Peternakan itu mengaku berada di kamar hotel itu karena sedang memberikan bimbingan skripsi kepada mahasiswinya tersebut. 
"Saya dosennya pak, saya tidak ngapa-ngapain pak, sumpah! Saya pembimbing skripsinya," kata sang dosen saat ditanya petugas.
Iskandar sempat menolak dibawa petugas ke kantor BNNP dengan alasan dirinya sudah mendapat restu dari orang tua mahasiswi tersebut. "Saya dititipin sama orang tua dia ini pak untuk ngejagain (skripsi), dak ungkin lah saya macam-macam pak. Sudah lah pak jangan diperpanjang," jelas Iskandar.
Sementara si mahasiswi, PR hanya menangis saat dirinya bersama sang dosen digiring petugas untuk dibawa ke kantor BNNP. "Kami dak mau pak, kami malu lah. Kami dak ngapa-ngapain kok, kami belajar di kampus dak enak," ujar PR menolak dibawa petugas. 
Namun tangis mahasiswi asal Plaju, Palembang tersebut sia-sia, karena dirinya tetap dibawa petugas. Di kantor BNNP, PR menjelaskan bahwa dirinya bersama Iskandar mem-booking kamar di Hotel Larose pada pukul 14.30 WIB.
PR mengaku takut dipersulit oleh Iskandar jika menolak melakukan bimbingan di hotel tersebut. "Kami dak enak lah bang nak nolak ajakan bapak tu, kami takut dipersulit. Biasanya di rumah kok bang," ujar PR.
Menurut PR, sebelum di hotel, dia bersama Iskandar biasa melakukan bimbingan skripsi di rumah Iskandar atau di kampus. Namun, kemarin Iskandar mengajak dirinya melakukan bimbingan di kamar hotel dengan alasan tidak enak dengan tetangga jika bimbingan di rumahnya. 
Sedangkan di kampus, Iskandar beralasan tidak enak dengan dosen lain, karena membuatkan skripsi mahasiswinya.
Kabid Pemberantasan BNNP Jambi, AKBP Hairul Salhuddin mengatakan, terhadap dosen dan mahasiswi tersebut pihaknya belum melakukan tes urine. Jika nanti saat dites, urinenya positif maka pihaknya akan menindaknya.
Namun jika hasilnya negatif, pihaknya menyerahkan keduanya kepada petugas Satpol PP. "Kalau dosen itu kan PNS, dia kita serahkan kepada Satpol PP untuk menanganinya," kata Salahuddin.
Sementara itu, Kabag Humas Unja, Irfan, saat dikonfirmasi mengaku pihaknya belum mendapat kabar tertangkapnya oknum dosen dan mahasiswi tersebut. Namun, kata dia, pihaknya akan segera melakukan kroscek ulang kepada pihak yang bersangkutan untuk memastikan kebenarannya.
"Yang jelas saat ini kita masih praduga tidak bersalah dulu. Jika nanti sudah dapat kepastian kebenarannya akan kita lakukan tindakan," katanya.

Sumber : JPNN.com

Tiga Orang Berbaju Loreng Tewas Saat Baku Tembak di Pidie

Rokandarussalam.web.id - Saat Terjadi kontak senjata antara anggota TNI dan Polri dengan kelompok Din Minimi di kawasan Desa Gintong, Kecamatan Gorong-Grong, Kabupaten Pidie, Aceh, pada Rabu malam (20/5) dan Kamis dini hari (21/5). Tiga anggota kelompok bersenjata yang diduga kawanan bersenjata itu tewas ditembak.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, tiga korban tewas saat terjadi kontak senjata itu mengenakan baju loreng. Mereka adalah IbrahimYusuf, 42, warga Gampong Cirieh, Kecamatan Delima, Pidie; Subki, 32, warga Dusun Pulo, Aceh Timur; dan Yusliadi, 27, alias Maepong, warga Aceh Timur.
Penyerbuan terhadap kelompok bersenjata itu dipimpin Pasi Ops Kapten (Inf) Nouvi Efendi dan Pasi Intel Arh Edy Syahputra dengan kekuatan 25 personel. Sementara itu, kelompok bersenjata yang diduga anggota Din Minimi lebih kurang 15 orang mengenakan baju loreng hitam.
Kontak senjata personel TNI dan Polri dengan sekitar 15 anggota Din Minimi itu tidak berlangsung lama. Satu jam kemudian, petugas yang melakukan penyisiran menemukan dua mayat dengan luka tembak di kepala. Kamis pagi (21/5) ditemukan lagi satu orang tewas dengan luka tembak di paha kanan.
Kapolda Aceh Irjen Pol Husen Hamidi mengatakan, tiga orang bersenjata itu diduka pengikut Din Minimi. Awalnya, anggota TNI menerima informasi adanya kelompok bersenjata berkekuatan 15 orang bergerak dari arah Desa Pangge Pilok menuju Desa Beureleng, Kecamatan Grong-Grong, Kabupaten Pidie. ’’Meraka teperogok personel polisi dan TNI yang melakukan penyisiran,’’ katanya di Mapolres Pidie.
Ramdani, 40, warga Gintong, Kecamatan Grong-Grong, Pidie, kepada Rakyat Aceh (Jawa Pos Group) mengatakan, sebelumnya dirinya mendengar suara dentuman saat mengisi bensin di SPBU Gintong pukul 00.30 WIB. Dia mengira suara tersebut berasal dari truk yang membongkar batu koral di belakang SPBU. ’’Saya kaget. Saya pikir suara apa itu. Rupanya, di tempat itu ada kontak senjata,’’ jelasnya.
Setelah mengetahui suara itu berasal dari letusan senjata, Ramdani ketakutan. Selesai mengisi bensin, dia tancap gas pulang ke rumah
Menurut dia, lokasi kontak tembak itu agak jauh dari permukiman warga. Karena itu, tambah Ramdani, banyak warga yang tidak mendengar.

Sumber : JPNN.com
 
Copyright © 2014. Rokan Darussalam News - All Rights Reserved | Template - CyberTuah
Proudly powered by Blogger